185 Pesawat Tempur Dikerahkan untuk Gempur Syiah Houthi

11:05 AM Add Comment
185 Pesawat Tempur Dikerahkan untuk Gempur Syiah Houthi

syria-jet

SETIDAKNYA 185 pesawat tempur telah dikerahkan dalam serangan militer koalisi teluk terhadap Syiah Houthi. World Bulletin melaporkan pada hari Kamis (26/3/2015).
“Dengan 100 jet tempur, Riyadh telah menyumbang pesawat tempur dengan jumlah terbesar untuk menyerang,” menurut pejabat Saudi.
Uni Emirat Arab (UEA) telah mengerahkan 30 pesawat tempur, sementara Kuwait dan Bahrain telah menyumbangkan 15 jet masing-masing.
Sementara itu, Qatar mengatakan pihaknya memberikan kontribusi sepuluh pesawat tempur, Yordania dan Maroko mengumumkan mereka telah menyumbang enam pesawat tempur masing-masing. Sudan juga telah mengumumkan keikutsertaannya dalam serangan, dengan kontribusi tiga jet tempur.
Riyadh mengklaim bahwa serangan udara koalisi telah menghancurkan kemampuan pertahanan udara Houthi.
Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan Kamis pagi, lima negara Teluk – Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar dan Kuwait – mengatakan operasi telah datang untuk menanggapi permintaan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi untuk melindungi Yaman dari agresi Houthi. [ds/islampos]

Rakyat Afghanistan Lanjutkan Aksi Demo Tolak Pasukan Asing

11:02 AM Add Comment
Rakyat Afghanistan Lanjutkan Aksi Demo Tolak Pasukan Asing
wardWARGA turun ke jalan-jalan di pusat Afghanistan untuk mengekspresikan kemarahan mereka terhadap pelanggaran yang diduga dilakukan oleh Pasukan Khusus AS terhadap warga sipil.
Aksi unjuk rasa tersebur digelar pada Selasa kemarin (26/2/2013) di provinsi Wardak di mana demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-AS.
Kemarahan meningkat di kalangan warga Afghanistan atas penganiayaan terhadap penduduk setempat, penodaan tempat-tempat suci Islam, dan pembunuhan warga sipil oleh pasukan asing pimpinan Amerika di seluruh wilayah Afghanistan. Rakyat Afghanistan telah banyak mengadakan aksi protes menentang hadirnya pasukan asing di negara mereka.
Aksi protes ini muncul setelah Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu lalu yang mengatakan bahwa “menjadi jelas bahwa pasukan bersenjata yang disebut sebagai Pasukan Khusus AS yang ditempatkan di provinsi Wardak terlibat dalam tindakan pelecehan, mengganggu, menyiksa dan bahkan membunuh orang yang tidak bersalah.”
Pada hari Senin, juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF), Jenderal Gunter Katz, menolak tuduhan Karzai dengan mengatakan, “Selama beberapa minggu terakhir telah terjadi berbagai tuduhan terhadap pasukan khusus yang dianggap melakukan tindakan militer yang tidak profesional di Wardak.”(fq/islampos/prtv)

Dukung Koalisi Teluk Serang Houthi, Ribuan Warga Yaman Gelar Aksi Unjuk Rasa

10:59 AM Add Comment
Dukung Koalisi Teluk Serang Houthi, Ribuan Warga Yaman Gelar Aksi Unjuk Rasa
houthi syiah yaman 1
RIBUAN warga Yaman dilaporkan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di provinsi Taizz pada hari Kamis (26/3/2015). Unjuk rasa ditujukan untuk menunjukkan dukungan bagi serangan  yang dipimpin Arab Saudi terhadap kelompok Syiah Houthi.
Dilansir World Bulletin, para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan mendukung serangan melawan Houthi dan melambaikan foto Raja Saudi Salman bin Abdulaziz.
Koalisi Teluk telah melancarkan operasi militer, termasuk serangan udara, terhadap posisi Houthi di Yaman.
Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan Kamis pagi, lima negara Teluk mengatakan operasi ini menanggapi permintaan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi, untuk melindungi Yaman dari agresi Houthi.
Pernyataan itu kemudian menuduh Houthi sebagai alat dari kekuatan asing yang berusaha untuk mencelakai keamanan dan stabilitas Yaman. [ds/islampos]

Israel Culik 13 Warga Palestina di Tepi Barat

10:51 AM Add Comment
Israel Culik 13 Warga Palestina di Tepi Barat
israel-detains
PASUKAN pendudukan Israel (IOF) dikabarkan telah menculik 13 warga Palestina selama penggerebekan di Tepi Barat pada hari Kamis (26/3/2015).
Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa pasukan Israel menyerbu kota Kafr Ni’ma, sebelah barat laut Ramallah, dan menculik empat pemuda dari rumah mereka. Lima warga lainnya diculik dari Al-Kahlil.
Empat warga Yerusalem, termasuk tiga di bawah usia 18 tahun, juga diculik dari rumah mereka di Yerusalem timur, demikianPIC.
IOF juga menggerebek rumah di kota Yamun di Jenin, menginterogasi warga, dan membuat surat panggilan untuk diinterogasi dari intelijen. Tidak ada penangkapan yang terjadi selama penginterogasian ini. [ds/islampos]
islampos

Pembelian Alutsista Belum Terpengaruh Kurs Rupiah

9:35 PM Add Comment
Pembelian Alutsista Belum Terpengaruh Kurs Rupiah

Pembelian Alutsista Belum Terpengaruh Kurs Rupiah
JAKARTA (IMI) : Rencana pembelian alat utama sistem pertahanan (Alutsista) Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak terganggu dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Jenderal TNI Moeldoko, Panglima TNI, mengatakan tidak ada anggaran TNI yang dikoreksi karena pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang melebihi asumsi dalam APBNP-P 2015. “BPKP memang sudah melihat lebih dalam lagi tentang anggaran TNI, tetapi sepertinya tidak ada yang dikoreksi karena program kami masuk ke dalam rencana strategis negara,” katanya di Komple Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/3). Seperti diketahui, tahun ini TNI memang berencana membeli sejumlah Alutsista dari berbagai negara untuk memperkuat pertahanan dalam negeri.
Diantaranya adalah pembelian pesawat tempur Super Tucano, dan Multiple Launch Rocket System dari Brasil. Selain itu, TNI juga ingin membeli Sukhoi Su-35 dari Rusia untuk mengganti pesawat tempur F-5 Tiger buatan Amerika Serikat yang sudah tua.
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tentu saja dapat mempengaruhi rencana tersebut, karena pembelian Alutsista dilakukan dengan mata uang asing. Padahal, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini sudah di atas asumsi APBN-P 2015 senilai Rp12.500 per dolar. Pemerintah sendiri sudah bergerak cepat untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah, dengan mengeluarkan enam kebijakan ekonomi.